Lewati ke konten
Beauty JournalStore login image
Skincare education11 menit baca

Toner untuk Apa? Panduan Memilih Jenis Toner dan Cara Pakainya untuk Pemula

Toner untuk apa dan dipakai kapan? Kenali beda toner hidrasi dan toner eksfoliasi (AHA/BHA), cara pakai yang benar, dan tips aman untuk pemula.

Tim Fast K Beauty
Ilustrasi kartun toner, kapas, dan tetesan air pada latar pink solid

Saat melihat-lihat skincare (produk perawatan kulit) Korea, kamu pasti sering bertemu toner. Ada yang bening seperti air, ada yang putih seperti susu, ada juga yang sudah meresap di kapas bulat dan disebut toner pad. Wajar kalau kamu bertanya: toner itu sebenarnya untuk apa, dan dipakai kapan?

Kabar baiknya, toner bukan langkah yang rumit, dan juga bukan langkah wajib. Kuncinya adalah tahu jenis toner yang kamu pegang. Toner untuk melembapkan dan toner yang mengandung asam untuk mengangkat sel kulit mati punya hal yang perlu diperhatikan masing-masing, terutama soal seberapa sering dipakai. Di artikel ini, kita bahas keduanya pelan-pelan.

Jawaban singkatnya:

Apa itu toner?

Menurut Cleveland Clinic, toner biasanya berupa lotion atau tonic yang encer dan berbahan dasar air. Toner dipakai setelah membersihkan wajah dan sebelum memakai pelembap. Toner juga kadang disebut tonic, exfoliating acid (asam eksfoliasi, yaitu asam yang membantu mengangkat sel kulit mati), atau essence. Karena namanya bisa berbeda-beda, cek petunjuk pakai produknya. Sumber: Cleveland Clinic.

Dulu, banyak toner mengandung alkohol tinggi untuk mengangkat minyak. Toner seperti itu sering membuat kulit kering dan iritasi. Menurut dokter yang diwawancarai Cleveland Clinic, toner modern umumnya lebih melembapkan dan menenangkan. Sumber: Cleveland Clinic.

Toner juga berbeda dari astringent. Astringent biasanya berbahan dasar alkohol dan dipakai untuk mengontrol minyak, tapi bisa terlalu keras untuk kulit dan membuatnya kering. Sumber: Cleveland Clinic.

Toner untuk apa? Ini kata dokter

Cleveland Clinic mewawancarai Angela Wei, MD, dokter residen dermatologi (dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis kulit). Ini manfaat yang disebutkan:

  • Mengangkat sisa kotoran. Toner mengangkat kotoran atau sisa makeup yang masih tertinggal setelah mencuci muka, dengan cara yang lembut. Sumber: Cleveland Clinic.
  • Membantu menghidrasi kulit. Toner banyak mengandung air. Banyak toner juga mengandung bahan seperti glycerin atau hyaluronic acid, yang juga membantu menambah hidrasi kulit. Sumber: Cleveland Clinic.
  • Membantu produk berikutnya meresap. Toner yang dipakai tepat setelah mencuci muka menambah kadar air di lapisan luar kulit. Ini membantu bahan dari produk berikutnya meresap. Sumber: Cleveland Clinic.
  • Dengan AHA atau BHA, pori bisa tampak sedikit lebih kecil, tapi ukurannya sulit benar-benar dikecilkan. Toner dengan AHA atau BHA dapat membantu membersihkan pori yang tersumbat dan menghaluskan tekstur kulit. Tapi ukuran pori sebagian besar ditentukan faktor bawaan (genetik). Sumber: Cleveland Clinic.

Hasilnya juga tidak instan. Menurut narasumber yang sama, efek toner biasanya baru terlihat setelah enam minggu sampai tiga bulan, dan perubahannya mungkin tidak terlalu kentara. Sumber: Cleveland Clinic.

Toner bukan langkah wajib. Cleveland Clinic mengingatkan bahwa sebagian toner dan serum bisa membuat kulit kering. Makin banyak produk yang kamu pakai, makin besar juga kemungkinan muncul efek samping. Sumber: Cleveland Clinic, How To Order Your Skin Care Routine.

Dua jenis toner yang perlu kamu bedakan

Nama produk bisa bermacam-macam. Tapi untuk pemula, cara paling mudah adalah membaginya menjadi dua kelompok besar.

  • Toner hidrasi (untuk melembapkan). Fokusnya menambah air dan rasa nyaman di kulit. Cek daftar bahan (ingredients). Banyak toner jenis ini mengandung bahan yang membantu menghidrasi kulit, seperti glycerin atau hyaluronic acid. Sumber: Cleveland Clinic.
  • Toner eksfoliasi. Eksfoliasi artinya mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit. Toner jenis ini mengandung asam seperti AHA (alpha hydroxy acid, misalnya glycolic acid dan lactic acid) atau BHA (beta hydroxy acid, misalnya salicylic acid). Asam ini membantu melarutkan sel kulit mati. Sumber: AAD. BHA larut dalam minyak. Dibanding AHA, BHA bisa masuk lebih dalam ke pori dan membantu melarutkan minyak alami kulit, yang disebut sebum. Sumber: Cleveland Clinic, Facial Acids.

Lalu, apa itu toner pad? Toner pad adalah kapas atau lembaran yang sudah dibasahi cairan toner. Cairannya berbeda-beda di setiap produk. Contohnya, pad CELIMAX yang dibahas di bawah mengandung bahan yang disebut BHA oleh produsennya. Sumber: CELIMAX US. Jadi, jangan menilai dari bentuknya saja. Baca nama produk dan daftar bahannya.

Foto tiga produk: botol ANUA Rice 70 Glow Milky Toner, botol ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner, dan wadah CELIMAX Ji Woo Gae Heartleaf BHA Peeling Pad
Dari kiri: ANUA Rice 70 Glow Milky Toner dan ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner (toner hidrasi), serta CELIMAX Ji Woo Gae Heartleaf BHA Peeling Pad (toner pad dengan BHA). Foto: katalog Fast K Beauty.

Cara pakai toner, langkah demi langkah

  • Cuci muka dulu. Toner dipakai setelah pembersih wajah, karena toner berbahan dasar air. Sumber: Cleveland Clinic.
  • Pilih kapas atau ujung jari. Usapkan toner dengan kapas, atau semprotkan kalau bentuknya spray. Toner tidak perlu dibilas. Sumber: Cleveland Clinic. Untuk toner tertentu, ikuti petunjuk produsennya. Contohnya, ANUA menyarankan toner dioleskan dengan kapas atau ujung jari, lalu ditepuk-tepuk lembut ke seluruh wajah. Sumber: ANUA, Rice 70 Glow Milky Toner.
  • Lanjutkan dari yang paling encer ke yang paling kental. Setelah toner, pakai serum (produk perawatan dengan bahan aktif tertentu, kalau kamu memakainya), lalu pelembap. Urutan ini membantu produk yang encer meresap lebih baik. Sumber: Cleveland Clinic. Di pagi hari, tutup dengan sunscreen. Panduan lengkapnya ada di artikel Serum Dulu atau Sunscreen Dulu?
  • Atur seberapa sering. Toner boleh dipakai sekali atau dua kali sehari. Kalau tonermu mengandung asam kuat atau bahan aktif yang bisa membuat iritasi, mulai dua hari sekali, lalu tambah pelan-pelan. Sumber: Cleveland Clinic. Khusus glycolic acid, Cleveland Clinic menyarankan mulai lebih jarang, yaitu sekali atau dua kali seminggu pada malam hari, karena asam ini bisa terasa kuat dan membuat iritasi. Sumber: Cleveland Clinic, Facial Acids.

Kalau kulitmu sensitif, coba produk baru di area kecil dulu. AAD menyarankan mengoleskannya dua kali sehari selama 7–10 hari, misalnya di lipatan siku. Kalau kulit menjadi merah, gatal, atau bengkak, bilas produk dengan lembut secepatnya dan jangan pakai lagi. Sumber: AAD, How to test skin care products. Caranya ada di artikel Skincare Baru? Mulai Pelan-Pelan agar Kulit Tetap Nyaman.

Toner eksfoliasi (AHA/BHA): pakai dengan hati-hati

Eksfoliasi tidak cocok untuk semua orang. Kalau caranya kurang tepat, kulit bisa makin merah atau berjerawat. Sumber: AAD. Ini hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Cek produk lain yang sedang kamu pakai. Krim retinoid dari dokter, retinol, dan benzoyl peroxide (bahan untuk jerawat) bisa membuat kulit lebih sensitif atau mengelupas. Eksfoliasi di saat yang sama dapat memperparah kulit kering, bahkan memicu jerawat. Sumber: AAD. Kalau kamu sedang memakai retinol, baca juga Retinol atau Retinal? Panduan Santai untuk Pemula.
  • Pilih yang lembut kalau kulitmu kering, sensitif, atau mudah berjerawat. AAD menyebut eksfoliasi kimia yang lembut bisa lebih cocok untuk kulit seperti ini. Sumber: AAD.
  • Warna kulit lebih gelap atau mudah muncul noda gelap? Hindari eksfoliasi yang kuat. AAD menyarankan menghindari eksfoliasi kimia atau mekanis (dengan scrub, sikat, atau spons) yang kuat bila warna kulitmu gelap. Saran yang sama berlaku bila kulitmu mudah meninggalkan noda gelap setelah luka bakar, gigitan serangga, atau jerawat. Pada sebagian orang, terutama yang berkulit gelap, eksfoliasi yang terlalu agresif bisa menambah noda gelap. Sumber: AAD.
  • Jangan pakai di kulit yang luka atau terbakar matahari. Sumber: AAD.
  • Lanjutkan dengan pelembap. Eksfoliasi bisa membuat kulit kering. AAD menyarankan memakai pelembap segera setelahnya. Sumber: AAD.
  • Jangan berlebihan. Makin kuat eksfoliasinya, makin jarang sebaiknya dilakukan. Eksfoliasi berlebihan bisa membuat kulit merah dan iritasi. Sumber: AAD.
  • Pakai sunscreen setiap pagi. Asam wajah bisa membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat matahari. Cleveland Clinic menyarankan sunscreen dengan label SPF (angka perlindungan dari sinar matahari) 30 atau lebih setiap hari. Sumber: Cleveland Clinic, Facial Acids.
  • Khusus AHA: lindungi kulit sampai seminggu setelah berhenti. Untuk produk dengan AHA, FDA (badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat) menganjurkan sunscreen, pakaian pelindung, dan membatasi paparan matahari. Anjuran ini berlaku selama memakai produk dan sampai seminggu setelah berhenti. Sumber: FDA, Alpha Hydroxy Acids.

Kalau kamu ragu dengan jenis kulitmu atau perlu tidaknya eksfoliasi, AAD menyarankan bertanya ke dokter spesialis kulit. Sumber: AAD.

Contoh toner di katalog dan petunjuk resmi produsennya

Berikut tiga contoh dari katalog kami: dua toner hidrasi dan satu toner pad eksfoliasi. Petunjuk pakai di bawah ini diambil dari halaman resmi produsen, bukan janji hasil. Selalu ikuti label pada kemasan yang kamu terima.

ANUA Rice 70 Glow Milky Toner

  • Jenis: toner hidrasi bertekstur susu (milky toner). Daftar bahannya dimulai dengan rice bran water (air dedak beras, 71%). Angka 70 adalah bagian dari nama produk, sedangkan angka 71% berasal dari daftar bahannya. Di daftar itu juga ada hyaluronic acid dan bahan perawatan kulit lain seperti niacinamide dan ceramide NP. Sumber: ANUA, Rice 70 Glow Milky Toner.
  • Cara pakai menurut ANUA: setelah mencuci muka sampai bersih, oleskan dengan kapas atau ujung jari, lalu tepuk-tepuk lembut ke seluruh wajah. Bisa dipakai pagi dan malam. Sumber: ANUA.
  • Lihat produk: ANUA Rice 70 Glow Milky Toner.

ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner

  • Jenis: toner hidrasi yang cair. Daftar bahannya dimulai dengan air dari tanaman heartleaf (Houttuynia cordata). Di daftar itu juga ada glycerin, beberapa bentuk hyaluronic acid, dan bahan perawatan kulit lain seperti panthenol. Sumber: ANUA, Heartleaf 77 Soothing Toner.
  • Cara pakai menurut ANUA: setelah mencuci muka sampai bersih, oleskan dengan kapas atau ujung jari, lalu tepuk-tepuk lembut ke seluruh wajah. Bisa dipakai pagi dan malam. Sumber: ANUA.
  • Lihat produk: ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner 150ml.

CELIMAX Ji Woo Gae Heartleaf BHA Peeling Pad

  • Jenis: toner pad eksfoliasi dengan BHA. Di halaman resmi Korea, CELIMAX mencantumkan betaine salicylate 0,5% di daftar bahannya. Sumber: CELIMAX Korea. Di halaman resmi Amerika Serikat, CELIMAX menyebut bahan ini sebagai BHA. Sumber: CELIMAX US.
  • Cara pakai menurut CELIMAX: usap seluruh wajah dengan sisi pad yang bertekstur timbul (embossed), lalu tepuk-tepuk sisa cairannya sampai meresap. Di halaman resmi Amerika Serikat, sisi kasa (gauze) disebut untuk eksfoliasi yang lebih intens di hidung, leher, dan telinga. Sumber: CELIMAX US. Halaman resmi Korea lebih spesifik: sisi kasa disarankan hanya untuk area kecil yang banyak sel kulit matinya, seperti sisi hidung, leher, dan telinga. Menurut halaman Korea, pad ini dipakai sebagai langkah pertama perawatan setelah mencuci muka. Pad boleh dipakai pagi dan malam. Tergantung jenis kulitmu, pad ini bisa menggantikan toner, atau toner dan essence. Sumber: CELIMAX Korea.
  • Perhatian dari CELIMAX: kalau kulitmu sensitif atau sedang menjalani perawatan, uji dulu di lengan atau leher sebelum dipakai di wajah. Hindari area kulit yang luka. Konsultasikan ke dokter bila muncul bercak merah, bengkak, atau gatal saat memakai produk, atau setelah memakai produk lalu terkena sinar matahari langsung. Sumber: CELIMAX Korea. Karena ini produk eksfoliasi, tips aman AAD di bagian sebelumnya juga berlaku.
  • Lihat produk: CELIMAX Ji Woo Gae Heartleaf BHA Peeling Pad.

Pilihan toner lainnya bisa kamu lihat di halaman koleksi Toner. Cleveland Clinic menyarankan untuk tidak menambah banyak produk baru sekaligus. Sumber: Cleveland Clinic, How To Order Your Skin Care Routine. Untuk produk yang mengandung asam, pakai satu produk dulu dan lihat respons kulitmu sebelum menambah yang lain. Sumber: Cleveland Clinic, Facial Acids.

Pertanyaan umum

Toner dipakai kapan, pagi atau malam?

Toner dipakai setelah mencuci muka, sebelum serum dan pelembap. Kamu boleh memakainya sekali atau dua kali sehari, tergantung respons kulitmu dan produk lain yang kamu pakai. Sumber: Cleveland Clinic. Di artikel lain, seorang dermatolog Cleveland Clinic menyarankan pagi hari, sebagai langkah kedua setelah mencuci muka, bila kamu memilih memakai toner. Sumber: Cleveland Clinic, How To Order Your Skin Care Routine. Kalau label produknya memberi petunjuk waktu, ikuti label tersebut.

Lebih baik pakai kapas atau tangan?

Dua-duanya boleh. Toner bisa diusapkan dengan kapas, atau disemprotkan kalau bentuknya spray. Sumber: Cleveland Clinic. ANUA, misalnya, menyebut kapas atau ujung jari untuk tonernya. Sumber: ANUA. Yang penting, aplikasikan dengan lembut. Tidak perlu menggosok kuat-kuat.

Apa bedanya toner dan essence?

Batasnya tidak selalu tegas. Cleveland Clinic menyebut toner juga bisa disebut essence. Sumber: Cleveland Clinic. Jadi, lebih baik cek petunjuk pakai dan daftar bahannya daripada menilai dari namanya saja.

Apakah toner bisa mengecilkan pori?

Toner dengan AHA atau BHA dapat membantu pori tampak sedikit lebih kecil, karena membantu membersihkan sumbatan. Tapi ukuran pori sebagian besar ditentukan faktor bawaan (genetik), jadi sulit benar-benar mengecilkannya. Sumber: Cleveland Clinic.

Rice toner untuk apa?

"Rice toner" adalah sebutan untuk toner dengan bahan dari beras. Contohnya, ANUA Rice 70 Glow Milky Toner mencantumkan rice bran water (71%) sebagai bahan pertama. Di daftar bahannya juga ada hyaluronic acid, niacinamide, dan ceramide. Sumber: ANUA. Perannya dalam rutinitas sama seperti toner hidrasi lain: dipakai setelah mencuci muka, sebelum serum dan pelembap. Sumber: Cleveland Clinic.

Bolehkah toner eksfoliasi dipakai bersama retinol?

Hati-hati. AAD menjelaskan bahwa retinol dan krim retinoid bisa membuat kulit lebih sensitif. Eksfoliasi di saat yang sama dapat memperparah kulit kering, bahkan memicu jerawat. Sumber: AAD. Kalau kamu memakai krim retinoid dari dokter, tanyakan dulu ke doktermu.

Pada akhirnya, toner adalah langkah pendukung, bukan langkah wajib. Pilih jenis yang sesuai kebutuhanmu, mulai dari satu produk, dan perhatikan respons kulitmu. Kalau kamu memakai toner eksfoliasi, jangan lupa pelembap dan sunscreen.

Ditulis oleh Tim Fast K Beauty. Sumber diperiksa pada 4 Oktober 2026. Artikel ini memberikan edukasi umum, bukan diagnosis atau rencana pengobatan pribadi.

Produk di artikel ini

  • ANUA Rice 70 Glow Milky Toner 250ml
    40ml250ml
    Anua

    ANUA Rice 70 Glow Milky Toner 250ml

    Harga sekarang Rp 104.000
    Harga normal Rp 198.00047% lebih hemat

  • ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner 150ml
    Anua

    ANUA Heartleaf 77% Soothing Toner 150ml

    Harga sekarang Rp 199.000
    Harga normal Rp 329.00040% lebih hemat

  • CELIMAX JI WOO GAE HEARTLEAF BHA PEELING PAD 125ML
    Fast K. Beauty

    CELIMAX JI WOO GAE HEARTLEAF BHA PEELING PAD 125ML

    Harga sekarang Rp 157.000
    Harga normal Rp 338.00054% lebih hemat